Apa yang akan anda lakukan bila anda sudah bosan hidup dengan segala tekanan dan hidup anda serasa seperti robot berjalan. Menjadi budak uang, pendidikan seperti syarat untuk sebuah pekerjaan, cinta hanya memandang materi? Seperti itulah hidup yang dialami oleh Alexander Christopher McCandles( Emile Hirsch) yang sepanjang petualangannya di alam liar bernama Alexander Supertramp. Ia yang telah sukses dengan gelar sarjana di Emory University, dengan nilai yang memuaskan, dan nantinya pasti akan mendapatkan pekerjaan. Ia merasa bahwa hidupnya yang seperti itu hanyalah kehidupan yang membosankan. Dia merasa manusia saat ini diperalat oleh uang, wanita, waktu dan kehidupan perkotaan yang penuh tekanan. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan kehidupannya itu dan memilih untuk hidup di alam bebas.
Dengan batuan pamannya, ia pergi ke suatu padang luas di amerika dan memilih hidup disana. Ia membakar semua ID CARD, DEBIT CARD dan uangnya untuk hidup di alam liar. Ia lalu menemukan sebuah bus tua yang ditinggal pemiliknya dan tidur disana sementara. Selanjutnya ia berkeliling amerika, Las Vegas, Atlanta dan sebagainya. Ia menuruti kesenangan dirinya, dan ia merasa bebas tanpa aturan.Dalam kehidupan barunya, Alex ia bertemu cinta yang sebenarnya. Tracy Tatro(Kristen Stewart), seorang gadis remaja yang menunjukkan rasa sukanya pada Alex. Ia menyukai kepribadian alex dan alexpun menyukai dia. Selama beberapa hari alex tinggal bersama Tracy kedua orang tuanya. Ia bermain musik bersama, bicara, api unggun dan bercengkrama layaknya seorang kekasih tetapi Alex harus pergi, karena ia harus menjalani kehidupan barunya.
Alex mendapatkan makanan dari bekerja di suatu ladang, bukan uang yang ia dapat namun makanan dan beras tetapi, setelah bosnya ditangkap polisi karena sebuah kasus ia harus berjuang mendapatkan makananya lagi dengan berburu dan mengambil makanan dari tumbuh-tumbuhan.Ia menjalani kehidupan itu lebih dari 9 minggu seperti itu dan merasa bebas tanpa tekanan dan diperbudak oleh uang. Tetapi kehidupan bebas tersebut tidak berlangsung lama, saat suatu saat ia sakit karena salah memakan tanaman yang dikiranya akar kentang rupanya tanaman beracun. Ia tak punya obat untuk menyembuhkannya dan Ia sangat lemah.
REVIEWDiangkat dari kisah nyata seorang Christopher Alexander MacCandles, seorang lulusan sarjana di universitas yang sama yang meninggalkan hidupnya yang penuh tekanan untuk hidup dialam liar. Film ini sangat menarik, atau bahkan wajib ditonton bagi penyuka film lama dan penuh makna. Karena film ini sangat merepresentasikan kehidupan manusia sekarang teutama perkotaan yang selalu diperbudak oleh uang, penuh tekanan hidup dan konflik. tak disangkal lagi sutradara Sean Penn sangat apik menata adegan setiapa degan sehingga dapat di cerna oleh penonton. Adegannya pun bukan awal-ke akhir yang berjalan datar-datar saja namun, adegannya dipertengahan saat Alex memutuskan untuk hidup di alam liar ke akhir dan dengan selingan peristiwa sebelum ia memutuskan ke alam liar. Jadi adegannya sudah tertata dan luapan emosi dari setiap memori yang nampak di adegannya sangat tersampaikan dengan jelas. Bahkan saya, sampai menangis saat adegan terakhir Alex meninggal dan ia mengingat momen orang tuanya memeluknya untuk terakhir kali dan ayahnya merasakan bahwa ia seperti kehilangan sesuatu. Saya terharu sekali.Untuk sinematograpi, patut diacungin 2 jempol, karena alam luas amerika, alaska tergambar dengan sempurna. Saat dingin, kita melihat salju di pegunungan, saat musim semi aliran sungainya pun tergambar derasnya. Bagus sekali..Editing bagus, meskipun tak sebagus inception maupun the girl with the dragoon tatto.Penokohan, aktingnya tidak usah dipertanyakan lagi, Emile Hirsch dan Kristen Stewart sangat apik dalam membawakan setiap karakter.Keseluruhan film ini bagus dan menyentuh. Boleh ditonton untuk semua kalangan
..
BUDAYA HIPPIES

Pada akhir dasawarsa tahun 1960-an, Di Amerika Barat khususnya di kota San Francisco di negara bagian California, terjadi protes besar-besaran anak-anak muda melawan semua bentuk yang terorganisir dan mengharapkan terjadinya perubahan sosial dan politik. Gerakan protest ini antara lain membuahkan generasi Hippies yang terkenal itu.
Gerakan tahun 1960-an yang timbul di pantai Barat Amerika Serikat itu terkenal dengan berbagai bentuk protest seperti a.l.: Beatnik & Gerakan Protes Sosial. Sebenarnya cikal-bakal gerakan protes itu dimulai dikalangan para seniman Bohemiayang tinggal dalam commune (komunitas) di San Francisco ( north beach), Los Angeles, Venice West, & Greenwich di New York. Gerakan ini berciri gerakan sosial dan sastra yang terbatas pada dasawarsa 1950-an, dan mengaku sebagai ‘generasi beat’ yang kemudian dikenal sebagai ‘beatniks.’
Beatniks semula tidak bersifat politik dan hanya ingin membedakan diri dengan masyarakat umum dengan cara mengundurkan diri dari kehidupan masyarakat umum. Mereka mempraktekkan kehidupan bebas dengan berpakaian seenaknya dan berusaha membebaskan diri dari kemelut dunia melalui saluran musik, seni, makanan vegetaris, dan pengalaman psychedelic dengan eksperimen meditasi Zen Buddhisme dan obat-obat bius.
Gerakan yang dipelopori generasi muda itu kemudian di tahun 1960-an meluas keluar lingkungan mereka dan mereka menyampaikan protest sosial secara massal, mencakup antara lain gerakan untuk pembaharuan politik termasuk sebagai gerakan anti-perang Vietnam yang saat itu lagi ramai, hak-hak azasi manusia, gerakan mahasiswa dan gerakan pelestarian lingkungan hidup.
Dari gerakan protest tahun 1960-an itu tumbuhlah kelompok kaum Hippies yang memiliki ciri-ciri, a.l.: mempopulerkan gerakan damai, sadar akan lingkungan, dan penolakan akan materialisme Barat. Gerakan yang tumbuh di kota San Francisco ini dinamakan juga sebagai ‘Flower Power’ dan ‘Flower Generation’ karena dalam demo-demo yang mereka lakukan mereka biasa membawa bunga warna-warni sebagai lambang cinta dan damai. Mereka bersikap kontra-budaya (counter-culture)yang berusaha mengubah budaya yang mapan di masyarakat materialistik di sekitar mereka dengan budaya longgar yang mereka inginkan sebagai sikap reaksi.
Hippies memiliki ciri-ciri lahiriah yang khas berbeda dengan umum, mereka memakai pakaian warna warni yang diilhami halusinasi yang dilihat bila mengisap narkoba jenis Marijuana & LSD. Disamping ungkapan dalam pakaian mereka, terlihat juga dalam karya seni dan musik yang mereka hasilkan. Biasanya mereka hidup menurut kategori umum sebagai ‘urakan’ yaitu berpakaian seenaknya, rambut dibiarkan panjang tak dicukur, laki-lakinya memelihara jenggot, sedangkanyang perempuan berpakaian kuno yang panjang sampai ketumit.
Hippies cenderung hidup menyendiri dalam kehidupan bersama dan berusaha keluar dari kehidupan formal, baik dari sistem kekeluargaan tradisional, pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara pada umumnya. Mereka biasa makan secara vegetarian dan memakan makananyang tidak diolah dan mempraktekkan pengobatan alternatif. Semboyannya: “kembali kepada kehidupan alam bebas.”
Hippies mempopulerkan kehidupan damai dan cinta, anti-perang dengan semboyan mereka yang terkenal, yang berbunyi: “Make Love, Not War.” Mereka juga dijuluki sebagai ‘Flower Children’ (anak-anak bunga). Hippies menganjurkan keterbukaan dan toleransi yang berlawanan dengan sebaliknya yang umum terjadi dalam masyarakat formal yang penuh kompetisi. Mereka secara terbuka mempraktekkan sex bebas, hidup dalam bentuk-bentuk kekeluargaan yang nontradisional seperti dalam commune (komunitas kehidupan bersama dalam kelompok).
Dan salah satu sikap protes mereka adalah protes terhadap agama Amerika yang kala itu didominasikan oleh gereja Kristen yang sudah menjadi gereja kelas menengah. Protes ini dinyatakan dengan membuka diri kepada ajaran-ajaran mistik Timur terutama Buddhisme, mempercayai astrologi, praktek perdukunan lainnya, sampai gereja Setan. Semua ini dikenal sebagai ‘Masa Aquarius’ sebagai lambang datangnya ‘New Age’ (zaman baru).
Gerakan Zaman Baru (New Age Movement) berkembang dari sini sebagai sikap protes terhadap budaya mapan graeco-romawi-western termasuk tradisi Kristen dan modernisme, dan merindukan kembalinya budaya pramodern dengan kekayaan kunonya (terutama mistik timur)yang kemudian dikenal sebagai budaya posmo (post modernism).
Musik Rakyat dan Rock menjadi bagian dari kehidupan generasi bunga ini. Grup band yang terkenal masa itu adalah ‘The Beatles’ dan ‘Rolling Stone.’ Pada tahun 1967, Grup musik Pop ‘The Beatles’ terpengaruh ajaran Buddhisme dan berguru pada Mahareshi Mahesy Yogi dari India dan ikut mempopulerkan budayaHippies melalui penampilan mereka, termasuk pada tahun itu mereka mengelurkan album ‘Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band’ yang menandakan perubahan mereka dari musik Pop ke Rock, dan secara simbolis mengidentifikasikan The Beatles dengan budaya Hippies. Adapun musisi terkenal lainnya seperti Led Zeppelin, The Doors, Janis Joplin dan Jimi Hendrix.
Puncak gerakan Hippies terjadi di tahun 1967-1969 yang mengkulminasi pada festival musik Woodstock di New York (1969) yang diperkirakan dihadiri oleh setengah juta orang. Budaya Hippies memasuki dunia hiburan teater maupun film dan salah satu film Hippies yang melecehkan kepercayaan Kristen adalah film ‘Jesus Christ Superstar’ karya lirik ‘Tim Rice’ dan musik ‘Andrew Lord Weber.’

Pada tahun 1970-an gerakan Hippies sebagai kelompok protes memudar, namun pengaruhnya sebagai budaya kontra meluas ke dalam banyak bidang dan menimbulkan gelombang revolusi sex tahun 1970-an di kalangan generasi mudaAmerika maupun Eropah, dan juga mempengaruhi timbulnya gerakan lingkungan hidup dan demokrasi secara umum di Amerika Serikat. Era tahun 1970-an di USA ditandai kebangkitan ‘Rock Superstars’. Pada tahun 1980-an generasi Hiipies digantikan generasi baruyang kembali ingin mencari karier mereka dalam dunia bisnis, pendidikan, maupun politik.