Laman

Minggu, 23 Maret 2014

into the wild

Apa yang akan anda lakukan bila anda sudah bosan hidup dengan segala tekanan dan hidup anda serasa seperti robot berjalan. Menjadi budak uang, pendidikan seperti syarat untuk sebuah pekerjaan, cinta hanya memandang materi? Seperti itulah hidup yang dialami oleh Alexander Christopher McCandles( Emile Hirsch) yang sepanjang petualangannya di alam liar bernama Alexander Supertramp. Ia yang telah sukses dengan gelar sarjana di Emory University, dengan nilai yang memuaskan, dan nantinya pasti akan mendapatkan pekerjaan. Ia merasa bahwa hidupnya yang seperti itu hanyalah kehidupan yang membosankan. Dia merasa manusia saat ini diperalat oleh uang, wanita, waktu dan kehidupan perkotaan yang penuh tekanan. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan kehidupannya itu dan memilih untuk hidup di alam bebas.
Dengan batuan pamannya, ia pergi ke suatu padang luas di amerika dan memilih hidup disana. Ia membakar semua ID CARD, DEBIT CARD dan uangnya untuk hidup di alam liar. Ia lalu menemukan sebuah bus tua yang ditinggal pemiliknya dan tidur disana sementara. Selanjutnya ia berkeliling amerika, Las Vegas, Atlanta dan sebagainya. Ia menuruti kesenangan dirinya, dan ia merasa bebas tanpa aturan.
Dalam kehidupan barunya, Alex ia bertemu cinta yang sebenarnya. Tracy Tatro(Kristen Stewart), seorang gadis remaja yang menunjukkan rasa sukanya pada Alex. Ia menyukai kepribadian alex dan alexpun menyukai dia. Selama beberapa hari alex tinggal bersama Tracy kedua orang tuanya. Ia bermain musik bersama, bicara, api unggun dan bercengkrama layaknya seorang kekasih tetapi Alex harus pergi, karena ia harus menjalani kehidupan barunya.




Alex mendapatkan makanan dari bekerja di suatu ladang, bukan uang yang ia dapat namun makanan dan beras tetapi, setelah bosnya ditangkap polisi karena sebuah kasus ia harus berjuang mendapatkan makananya lagi dengan berburu dan mengambil makanan dari tumbuh-tumbuhan.Ia menjalani kehidupan itu lebih dari 9 minggu seperti itu dan merasa bebas tanpa tekanan dan diperbudak oleh uang. Tetapi kehidupan bebas tersebut tidak berlangsung lama, saat suatu saat ia sakit karena salah memakan tanaman yang dikiranya akar kentang rupanya tanaman beracun. Ia tak punya obat untuk menyembuhkannya dan Ia sangat lemah.



REVIEW
Diangkat dari kisah nyata seorang Christopher Alexander MacCandles, seorang lulusan sarjana di universitas yang sama yang meninggalkan hidupnya yang penuh tekanan untuk hidup dialam liar. Film ini sangat menarik, atau bahkan wajib ditonton bagi penyuka film lama dan penuh makna. Karena film ini sangat merepresentasikan kehidupan manusia sekarang teutama perkotaan yang selalu diperbudak oleh uang, penuh tekanan hidup dan konflik. tak disangkal lagi sutradara Sean Penn sangat apik menata adegan setiapa degan sehingga dapat di cerna oleh penonton. Adegannya pun bukan awal-ke akhir yang berjalan datar-datar saja namun, adegannya dipertengahan saat Alex memutuskan untuk hidup di alam liar ke akhir dan dengan selingan peristiwa sebelum ia memutuskan ke alam liar. Jadi adegannya sudah tertata dan luapan emosi dari setiap memori yang nampak di adegannya sangat tersampaikan dengan jelas. Bahkan saya, sampai menangis saat adegan terakhir Alex meninggal dan ia mengingat momen orang tuanya memeluknya untuk terakhir kali dan ayahnya merasakan bahwa ia seperti kehilangan sesuatu. Saya terharu sekali.
Untuk sinematograpi, patut diacungin 2 jempol, karena alam luas amerika, alaska tergambar dengan sempurna. Saat dingin, kita melihat salju di pegunungan, saat musim semi aliran sungainya pun tergambar derasnya. Bagus sekali..
Editing bagus, meskipun tak sebagus inception maupun the girl with the dragoon tatto.
Penokohan, aktingnya tidak usah dipertanyakan lagi, Emile Hirsch dan Kristen Stewart sangat apik dalam membawakan setiap karakter.Keseluruhan film ini bagus dan menyentuh. Boleh ditonton untuk semua kalangan

..

Budaya Hippies

BUDAYA HIPPIES



Pada akhir dasawarsa tahun 1960-an, Di Amerika Barat khususnya di kota San Francisco di negara bagian California, terjadi protes besar-besaran anak-anak muda melawan semua bentuk yang terorganisir dan mengharapkan terjadinya perubahan sosial dan politik. Gerakan protest ini antara lain membuahkan generasi Hippies yang terkenal itu.


Gerakan tahun 1960-an yang timbul di pantai Barat Amerika Serikat itu terkenal dengan berbagai bentuk protest seperti a.l.: Beatnik & Gerakan Protes Sosial. Sebenarnya cikal-bakal gerakan protes itu dimulai dikalangan para seniman Bohemiayang tinggal dalam commune (komunitas) di San Francisco ( north beach), Los Angeles, Venice West, & Greenwich di New York. Gerakan ini berciri gerakan sosial dan sastra yang terbatas pada dasawarsa 1950-an, dan mengaku sebagai ‘generasi beat’ yang kemudian dikenal sebagai ‘beatniks.’


Beatniks semula tidak bersifat politik dan hanya ingin membedakan diri dengan masyarakat umum dengan cara mengundurkan diri dari kehidupan masyarakat umum. Mereka mempraktekkan kehidupan bebas dengan berpakaian seenaknya dan berusaha membebaskan diri dari kemelut dunia melalui saluran musik, seni, makanan vegetaris, dan pengalaman psychedelic dengan eksperimen meditasi Zen Buddhisme dan obat-obat bius.


Gerakan yang dipelopori generasi muda itu kemudian di tahun 1960-an meluas keluar lingkungan mereka dan mereka menyampaikan protest sosial secara massal, mencakup antara lain gerakan untuk pembaharuan politik termasuk sebagai gerakan anti-perang Vietnam yang saat itu lagi ramai, hak-hak azasi manusia, gerakan mahasiswa dan gerakan pelestarian lingkungan hidup.


Dari gerakan protest tahun 1960-an itu tumbuhlah kelompok kaum Hippies yang memiliki ciri-ciri, a.l.: mempopulerkan gerakan damai, sadar akan lingkungan, dan penolakan akan materialisme Barat. Gerakan yang tumbuh di kota San Francisco ini dinamakan juga sebagai ‘Flower Power’ dan ‘Flower Generation’ karena dalam demo-demo yang mereka lakukan mereka biasa membawa bunga warna-warni sebagai lambang cinta dan damai. Mereka bersikap kontra-budaya (counter-culture)yang berusaha mengubah budaya yang mapan di masyarakat materialistik di sekitar mereka dengan budaya longgar yang mereka inginkan sebagai sikap reaksi.


Hippies memiliki ciri-ciri lahiriah yang khas berbeda dengan umum, mereka memakai pakaian warna warni yang diilhami halusinasi yang dilihat bila mengisap narkoba jenis Marijuana & LSD. Disamping ungkapan dalam pakaian mereka, terlihat juga dalam karya seni dan musik yang mereka hasilkan. Biasanya mereka hidup menurut kategori umum sebagai ‘urakan’ yaitu berpakaian seenaknya, rambut dibiarkan panjang tak dicukur, laki-lakinya memelihara jenggot, sedangkanyang perempuan berpakaian kuno yang panjang sampai ketumit.


Hippies cenderung hidup menyendiri dalam kehidupan bersama dan berusaha keluar dari kehidupan formal, baik dari sistem kekeluargaan tradisional, pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara pada umumnya. Mereka biasa makan secara vegetarian dan memakan makananyang tidak diolah dan mempraktekkan pengobatan alternatif. Semboyannya: “kembali kepada kehidupan alam bebas.”


Hippies mempopulerkan kehidupan damai dan cinta, anti-perang dengan semboyan mereka yang terkenal, yang berbunyi: “Make Love, Not War.” Mereka juga dijuluki sebagai ‘Flower Children’ (anak-anak bunga). Hippies menganjurkan keterbukaan dan toleransi yang berlawanan dengan sebaliknya yang umum terjadi dalam masyarakat formal yang penuh kompetisi. Mereka secara terbuka mempraktekkan sex bebas, hidup dalam bentuk-bentuk kekeluargaan yang nontradisional seperti dalam commune (komunitas kehidupan bersama dalam kelompok).


Dan salah satu sikap protes mereka adalah protes terhadap agama Amerika yang kala itu didominasikan oleh gereja Kristen yang sudah menjadi gereja kelas menengah. Protes ini dinyatakan dengan membuka diri kepada ajaran-ajaran mistik Timur terutama Buddhisme, mempercayai astrologi, praktek perdukunan lainnya, sampai gereja Setan. Semua ini dikenal sebagai ‘Masa Aquarius’ sebagai lambang datangnya ‘New Age’ (zaman baru).


Gerakan Zaman Baru (New Age Movement) berkembang dari sini sebagai sikap protes terhadap budaya mapan graeco-romawi-western termasuk tradisi Kristen dan modernisme, dan merindukan kembalinya budaya pramodern dengan kekayaan kunonya (terutama mistik timur)yang kemudian dikenal sebagai budaya posmo (post modernism).

Musik Rakyat dan Rock menjadi bagian dari kehidupan generasi bunga ini. Grup band yang terkenal masa itu adalah ‘The Beatles’ dan ‘Rolling Stone.’ Pada tahun 1967, Grup musik Pop ‘The Beatles’ terpengaruh ajaran Buddhisme dan berguru pada Mahareshi Mahesy Yogi dari India dan ikut mempopulerkan budayaHippies melalui penampilan mereka, termasuk pada tahun itu mereka mengelurkan album ‘Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band’ yang menandakan perubahan mereka dari musik Pop ke Rock, dan secara simbolis mengidentifikasikan The Beatles dengan budaya Hippies. Adapun musisi terkenal lainnya seperti Led Zeppelin, The Doors, Janis Joplin dan Jimi Hendrix.


Puncak gerakan Hippies terjadi di tahun 1967-1969 yang mengkulminasi pada festival musik Woodstock di New York (1969) yang diperkirakan dihadiri oleh setengah juta orang. Budaya Hippies memasuki dunia hiburan teater maupun film dan salah satu film Hippies yang melecehkan kepercayaan Kristen adalah film ‘Jesus Christ Superstar’ karya lirik ‘Tim Rice’ dan musik ‘Andrew Lord Weber.’



Pada tahun 1970-an gerakan Hippies sebagai kelompok protes memudar, namun pengaruhnya sebagai budaya kontra meluas ke dalam banyak bidang dan menimbulkan gelombang revolusi sex tahun 1970-an di kalangan generasi mudaAmerika maupun Eropah, dan juga mempengaruhi timbulnya gerakan lingkungan hidup dan demokrasi secara umum di Amerika Serikat. Era tahun 1970-an di USA ditandai kebangkitan ‘Rock Superstars’. Pada tahun 1980-an generasi Hiipies digantikan generasi baruyang kembali ingin mencari karier mereka dalam dunia bisnis, pendidikan, maupun politik.

Selasa, 04 Desember 2012

kebebasan



Ketika aku berpikir tentang kebebasan, aku membayangkan diri aku berjalan melalui sebuah alur dan menikmatinya. Mungkin dalam beuk olahraga atau pun camping, dan jalan -jalan  kesana-sini sambil merasakan angin di rambutku. Ketika aku berpikir tentang kebebasan, aku melihat diriku menari sambil tertawa di tengah hujan tanpa henti... bahkan jika aku mendapatkan dingin yang jahat pada hari berikutnya. Ketika aku berpikir tentang kebebasan, aku memainkan mini-film di kepala aku sendiri hanya melompat pad satu  kereta ke kereta lainnya untuk beberapa tujuan yang tidak diketahui. "aku di mana saja, aku tidak peduli, aku tidak peduli, aku tidak peduli".


Aku menyukai gagasan kebebasan-rasa pembebasan dan menjadi riang. Menjadi wildhearted dengan cara aku sendiri dan hanya menyerap setiap aspek dari dunia dalam hal makanan, budaya, dan pengalaman. Aku berharap untuk saat-saat ketika aku tahu aku bisa tersesat dan melarikan diri dari monoton hidup dalam bentuk petualangan, atau perjalanan, atau tempat di mana aku bisa membenamkan diri dalam perubahan pemandangan. Aku memiliki kasus raksasa dari nafsu berkelana, dan itulah yang membuat aku pergi.


Tapi itu hanyalah satu aspek dari kebebasan yang aku bercita-cita untuk dicapai. Apa yang membuat aku pikirkan saat ini adalah kebebasan yang aku miliki di negara aku saat ini.  Aku datang dengan sejuta alasan kemunafikan kehidupan perkotaan, Aku telah merenungkan hubungan aku, hobi aku, pekerjaan aku, tapi aku tidak pernah sempat berpikir bahwa mungkin satu-satunya alasan yang telah menjaga diri dari mengalami kebebasan sejati adalah diriku sendiri.


Aku telah menunjuk jari di sana-sini, menyalahkan dan bergulat dengan keyakinan dan filosofi yang selalu mempengruhi kehidupan, Mengapa aku tidak dapat memilih untuk hanya bersantai dan dicuci alih oleh damai? Perlahan-lahan, ini menggali kuburan sendiri. Aku keras kepala, sombong, ketidakmampuan ku untuk percaya, kebanggaan-ini aku adalah hal-hal berbahaya untuk dilabuhkan karena mereka tidak hanya mempengaruhi cara aku melihat dunia, tetapi mereka juga mempengaruhi orang yang aku cintai dan orang-orang yang mencintaiku.


Pada akhir hari, ini merupakan perjuangan internal, tetapi juga merupakan keputusan pribadi. Ini pilihan aku untuk merasakan hal yang aku rasakan, memikirkan apa yang dipikirkan aku kira, untuk bertindak cara aku bertindak. Ini adalah cara aku membiarkan situasi tidak terkendali mempengaruhi apa yang aku bisa mengendalikan aku-tindakan / reaksi / emosi / dll. Aku tidak pernah mengakui hal-hal tentang diri ku sampai sekarang. Dan aku kira, aku tahu lebih baik daripada untuk menjebak diriku sendiri di dunia kecilku sendiri.



Pada intinya, aku percaya sekarang bahwa kebebasan adalah pilihan pribadi. Hal ini tidak tergantung pada orang, situasi, atau apa pun.  bagaimana Anda memilih untuk menjalani hidup Anda, dan bagaimana Anda memilih untuk melihat hal-hal yang datang dengan cara Anda. Kebebasan Anda adalah sebuah pilihan, dan hanya bisa diambil dari Anda jika Anda membiarkannya. Tetapi aku, aku membuat keputusan dan aku memilih untuk bebas. Untuk hanya tumbuh dan menjalani hidup seperti yang aku mau karena aku tidak ingin membiarkan pikiran aku membatasi diri aku dan mendapatkan lebih baik dari aku.

kebebasan salah satunya adalah cara berpikir untuk bebas


Minggu, 27 Mei 2012

tatto



Istilah 'tatto' diambil dari kata 'Tatau' dalam bahasa Tahiti, yang artinya 'menandakan sesuatu'. Rajah atau tatto adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tatto berarti gambar pada bagian tubuh.
Tidak mau ketinggalan dengan Indonesia, tatto juga memiliki arti yang berbeda-beda. Bukan hanya untuk kepuasan pemiliknya atau keindahan karya seni, melainkan lebih dari itu. Seperti apa ?
Indonesia
Di Indonesia, tati sudah menjadi tren dikalangan Orang-orang Mentawai di kepulauan Mentawai, suku Dayak di Kalimantan, dan suku Sumba di NTB.
Bahkan bagi suku Dayak, seseorang yang berhasil 'memenggal kepala' musuhnya, dia akan mendapat tatto di tangannya. Tidak jauh beda dengan suku Mentawai, tatto-nya Tidak dibuat sembarangan.
Sebelum pembuatan tatto dilaksanakan, ada Panen Enegaf alias upacara inisiasi yang dilakukan di Puturkaf Uma (galeri rumah tradisional suku Mentawai). Upacara ini dipimpin oleh Sikerei (dukun). Setelah upacara ini selesai, barulah proses Tatto-nya dilaksanakan.
Cina
Tatto alias Wen Shen atau Rajah mulai merambahi negara Cina sekitar taon 2000 SM. Wen Shen konon artinya 'akupunktur badan'. Sebenernya,bangsa Cina kuno memakai tatto itu digunakan untuk menandakan bahwa seseorang pernah dipenjara.
Sementara di Tiongkok,budaya tatto terdapat pada beberapa etnis minoritasnya, yang telah diwarisi oleh nenek moyang mereka, seperti etnis Drung, Dai, dan Li, namun hanya para wanita yang berasal dari etnis Li dan Drung yang memilik kebiasaan mentatto wajahnya.
Yunani
Dulu Bangsa Yunani kuno, tatto di anggap sebagai tanda pengenal badan intelijen mereka, alias mata-mata perang pada saat itu. Di sini tatto menunjukan pangkat dari si mata-mata tersebut.
Romawi
Orang-orang disini memakai tatto dengan alasan sebagai tanda bahwa seseorang itu berasal dari golongan budak, dan Tatto juga dirajahi ke setiap tubuh para tahanannya. Berbanding terbalik dengan bebeapa negara lainnya.
New Zealand
Di sini, ada salah satu suku yaitu Suku Maori. Kebanyakan dari mereka membuat Tatto berbentuk ukiran-ukiran spiral pada wajah dan pantat. Menurut mereka, ini adalah tanda bagi keturunan yang baik.
Kepulauan Solomon
Berbeda dengan negara - negara lain, di Kepulauan Solomon, tatto ditorehkan di wajah perempuan sebagai ritus dimaksudkan untuk menandai tahapan baru dalam kehidupan mereka.
Indian
Tatto atau melukis tubuh dan mengukir kulit dimaksudkan untuk menambah kecantikan atau menunjukkan status sosial tertentu.